Pemanfaatan Sifat Koligatif Larutan dalam Kehidupan Sehari-hari
Halloo sahabaat 😚
Bagaimana kabar kalian di masa pandemi ini ?
Mudah-mudahan sehat bahagia selalu yaaa dan yang pasti enggak gabut wkwk .. Naaahh bagi kalian yang masih gabut ayoo kita sama-sama cari tau dan belajar bareng tentang "Pemanfaatan Sifat Koligatif Larutan dalam Kehidupan Sehari-hari". Karena ini sangat berguna sahabat, dijamin deeeeh ga gabut lagi, happy yang adaaa karena nambah lagi ilmu kita. Ayoook simak sama-sama🤗
Semangat membaca🤩
Sahabat pernah engga lihat pedagang es putar selalu menambahkan garam dapur pada es batu ketika pembuatan es putar. Tahukah kalian mengapa hal tersebut dilakukan? Ternyata bertujuan untuk supaya es batu tidak cepat mencair, mengingat pembuatan es putar memerlukan suhu yang dingin dalam waktu tertentu. Nah itu salah satu contohnya yang akan kita pelajari sama-sama,
Sahabaat sebelum ke pemanfaatannya aku mau kasih tau dulu nih pengertian dari sifat koligatif larutan itu sendiri apa sih, biar sahabat bisa paham betul jadi gampang kan di aplikasiinnya hehe
* Sifat koligatif larutan itu adalah suatu sifat larutan yang bergantung pada jumlah partikel zat terlarut dan tidak bergantung pada sifat zat terlarutnya. Secara istilah koligatif itu berasal dari bahasa latin, yaitu colligarae artinya bergabung bersama .
* Sifat koligatif larutan terdiri dari 2 macam
- Larutan Elektrolit
- Larutan Nonelektrolit
Hal itu disebabkan zat terlarut dalam larutan elektrolit bertambah jumlahnya karena terurai menjadi ion-ion sesuai dengan hal-hal tersebut. Maka sifat koligatif larutan nonelektrolit lebih rendah dari pada koligatif larutan elektrolit
Naaah kalo udah jelas, kita lanjut lagi yuk sahabat 😉
Apa aja sih pemanfaatan koligatif larutan dalam kehidupan sehari-hari?
1. Penurunan Tekanan Uap
Jika zat terlarut non-volatif (tidak mudah menguap), tekanan uap dari larutan akan selalu lebih rendah dari tekanan uap pelarut murni yang volatile seperti contoh :
-Tingginya kadar garam di laut mati
- Pembuatan kolam renang apung
2. Kenaikan Titik Didih
Yaitu suhu dimana tekanan uap cairan menjadi sama dengan tekanan atmosfer. Larutan yang terbrntuk harus di panaskan hingga suhu yang lebih tinggi, sehingga tekanan uapnya menjadi sama dengan tekanan atmosfer. Oleh karena itu titik didih
Larutan lebih tinggi dari pada pelarut murni sebagai contoh :
- Penyulingan minyak bumi
- Penyulingan gula
3. Penurunan Titik Beku
Yaitu suhu dimana cairan dan zat padat suatu zat memiliki tekanan uap yang sama menambahkan zat terlarut dalam pelarut menyebabkan penurunan tekanan uap. Oleh karena itu, titik beku karutan lebih kecil dari titik beku pelarut murni
Contoh :
- Penggunaan garam dapur untuk mencairkan salju
- Penggunaan garam dapur dalam pembuatan es putar
4. Tekanan Osmosis
Yaitu tekanan minumum yang mencegah osmosis ketika dua larutan yang berbeda dipisahkan oleh suatu membrane semipermeable (membran yang hanya dapat dilewati partikel pelarut namun tidak dapat dilewati partikel zat terlarut), maka terjadilah fenomena osmosis.
Contoh :
- Naiknya air tanah melalui akar ke seluruh bagian tanaman
- Pemisahan zat beracun dalam air limbah
Semoga bermanfaat:)
Komentar
Posting Komentar